Won Menjagamu

1) Irnalasari, twitter: @irnari

Beruang yang hidup di kutub saja bisa tahan dengan cuacanya yang dingin. Unta pun sanggup berjalan di gersangnya gurun pasir.
Gadis berambut panjang yang sedang berdiri di depan pintu kelas, mau bertahan lebih lama dari yang kukira. Sudah tiga puluh menit dia berdiri tegak tanpa penopang apapun. Wajahnya yang kelam tertutup rambutnya yang menjuntai ke depan. Kepalanya selalu menunduk seakan takut tersentuh cahaya raja siang.
Di antara murid yang lain, dia terlihat kontras. Semuanya sibuk bermain dengan teman-teman satu geng. Pergi ke kantin. Bercengkrama di halaman. Sementara gadis itu seakan sedang menyelami ubin di teras kelas dan semut bak ikan yang berenang di atasnya.
Lonceng berbunyi, gadis itu menengadahkan kepalanya. Rambutnya yang sejak tadi menutupi wajahnya, kini tersibak ke belakang. Ada seuntai harapan yang kudengar dari bunyi bel masuk. Aku bisa melihat wajahnya yang polos.
Menyadari suara bel itu, gadis itu bergerak, berbalik ke arah pintu. Belum sempat melangkahkan kaki ke pintu, murid lain berbondong-bondong masuk lebih dulu, menyeret gadis itu hingga tertinggal di belakang. Tubuhnya yang ringkih, sempat goyah terkena dorongan anarkis murid-murid yang tidak sabar ingin masuk kelas duluan.
Andai saja aku bisa masuk ke kelas yang sama denganmu. Aku ingin bisa menjagamu, menemanimu bermain di kala jam istirahat, mengajakmu belajar bersama.
Tapi, apalah aku ini… aku hanya bisa melihatmu tanpa bisa menghampiri. Aku hanya mampu memahami bahwa kau sehebat dan setegar beruang yang tinggal di kutub. Hidup seperti itu adalah hidup yang sesuai. Seperti aku yang selama ini berdiri tidak jauh darimu, karena tempatku memang di sini. Dalam sebuah tempat yang terbatas, tanah yang lembab, dan sinar matahari yang terik. Aku hanya daun bahagia yang hidup dalam pot.

Comments:
Aku suka cerita ini, karena aku enggak bisa nebak di awal cerita, tentang sudut pandang dari sisi mana yang dipakai oleh penulis. Aku kira mungkin seorang secret admirer yang adalah teman sekolah gadis itu. Tapi ternyata… Irna menyajikan ‘sudut pandang lain’ yang benar-benar meneduhkan. Great job! 😀

Cermin alias cerita mini yang aku ikut sertakan dalam lomba membuat cerita singkat dengan karakter 200-300 kata. Yang dalam cerita itu harus ada kata Menjagamu, Harapan, dan Kelam. Jurinya langsung penulisnya sendiri. Meskipun hadiahnya hanya novel, tapi aku sangat senang bukan main, karena aku mengikuti lomba ini ingin novel Menjagamu 😀
Terima kasih mbak Pia.
Berikut review Menjagamu yang aku buat setelah membaca bukunya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s